timurkota.com

timurkota.com

Tim Redaksi

Cek Fakta: Bapak dan Anak Perkosa Wanita 14 Tahun Secara Bergiliran di Bone

Ilustrasi (foto: Istimewa)

TIMURKOTA.COM, BONE-


Kasus pemerkosaan yang diduga melibatkan 5 Pria (Maaf sebelumnya tertulis 6 orang pelaku) mulai terungkap. 

Satuan Reserse Kriminal Polres Bone mengungkap fakta lain selain aksi pemerkosaan bergiliran dalam kasus ini.

Menurut keterangan Kasat Reskrim Polres Bone, AKP Ardy Yusuf mengatakan pelaku mengajak korban mengisap lem kemudian dilakukan pemerkosaan saat korban tengah mabuk.

"Jadi diajak mengisap lem, setelah korban dalam keadaan mabuk barulah pelaku memaksa berhubungan layaknya suami istri bergantian," katanya.

Saat ini sudah ada tiga masing-masing, pelalu telah tertangkap masing-masing, FD (16), NS (15) dan RE (38 sementara dua pelaku lain, KA (18) dan OI masih buron. Jadi hingga saat ini total pelaku ada lima.

RE dan KA merupakan bapak dan anak ikut mencabuli korban bergantian.

Kasus dugaan tindak pidana pemerkosaan terhadap gadis di bawah umur SE (14) di Kelurahan Watampone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan rupanya melibatkan enam orang pelaku.

Termasuk, RE (48) dan anak kandungnya KA (maaf sebelumnya tertulis KE). RE mengaku menggauli korban di tong sampah. Sementara anaknya, KA berperan menjemput korban di kediamannya di Jl Sungai Musi Watampone kemudian dibawa ke TKP dengan cara dibonceng menggunakan sepeda motor.

Kasus ini diungkap polisi pada Minggu (06/12/20) setelah pihak keluarga korban mendatangi Mapolres Bone di jalan Yos Sudarso, Watampone guna melaporkan kasus tersebut.

Dalam keterangan persnya, Kasat Reskrim Polres Bone, AKP Ardy Yusuf mengatakan, ketika dijemput, SE diajak oleh KA ke kawasan Lapangan Merdeka, Kota Watampone.

"Namun KA ini membawa korban ke Jl Bhayangkara di salah satu gubuk itu sudah menunggu lima pelaku termasuk RE. Disitu korban dicabuli secara bergantian oleh pelaku," katanya.

Dari lima pelaku, baru tiga orang berhasil diamankan polisi. Sementara dua lainnya masih dalam lidik.

"Dua masih dalam lidik dan untuk RE sudah mengakui perbuatannya. Dan ini yang kedua kalinya dilakukan terhadap korban di tempat yang sama," katanya lagi.

Sementara dari keterangan pelaku, RE dirinya tak melakukan pemaksaan terhadap korban. Bahkan dirinya memberi uang ke korban sebesar Rp50 ribu dengan harapan tutup mulut atas perbuatannya itu.

"Akibat perbuatan para pelaku ini, korban masih mengalami trauma," masih kata, Ardy Yusuf.

Bagi pelaku baik yang sudah tertangkap maupun masih buron bakal diganjar pasal 81 UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang penetapan PP pengganti UU Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi UU dengan ancaman hukuman15 tahun penjara.


***


Posting Komentar

0 Komentar

Berita Populer

close