timurkota.com

timurkota.com

Tim Redaksi

Kronologi Lengkap Pria Cabuli Anak Tiri, Korban Diancam Pakai Batu dan Ceraikan Ibunya..

Sappe (39) pelaku pencabulan anak tiri (dok)
TIMURKOTA.COM, PINRANG-

Penyidik Satuan Reserse Kriminal Polres Pinrang mengungkap kronologi Sappe mencabuli anak tirinya NS berupang kali sejak 2018 hingga 2020.

Kasat Reskrim Polres Pinrang, AKP Dharma Pryaditya Negara menerangkan, aksi terakhir Sappe sebelum korban memberanikan diri mengungkapkan peristiwa tersebut terjadi belum lama ini.

Saat itu, Sappe menjemput korban sepulang dari Masjid melaksanakan salat magrib. Di tengah jalan, Sappe meminta anak tirinya itu menemani mengambil telur, Sabtu (11/07/2020)

Bukannya mengambil telur, korban malah dibawa ke perkebunan jagung yang jauh dari pemukiman warga. Sesampai di sana, Sappe langsung melancarkan aksi bejatnya dengan mencabuli anak tirinya itu.

Usai melancarkan aksinya, dia mengancam korban menggunakan batu jika menyampaikan hal itu ke orang lain termasuk ibu kandung korban Asia.

Setelah yakin korban tak akan buka mulut, Sappe kemudian berboncengan dengan korban pulang. Hanya saja sekira 100 meter sebelum sampai di rumahnya, korban diturunkan di tengah jalan dan kemudian diminta jalan kaki ke rumahnya agar  tak ada orang curiga.

Namun, korban tak berhenti menangis hingga sampai di rumahnya. Dan saat itu, Asia ibu kandung korban mengetahui kelakuan suaminya.

Asia pun tak berani melaporkan kasus tersebut dengan alasan selalu mendapat ancaman tak dinafkahi bahkan mau diceraikan oleh Sappe jika berani melapor ke polisi.

"Asia ini secara ekonomi juga kekurangan. Jadi dia diancam oleh Sappe tak mau dinafkahi dan diceraikan jika dilaporkan," kata, Dharma menjelaskan.

Dharma lanjut menambahkan, semua fakta penyidik telah diakui oleh Sappe sendiri dan juga diperkuat keterangan saksi dan korban.

"Sappe sudah mengakui semuanya," jelasnya menambahkan.

Diberitakan Sebelumnya

Pernikahan gadis, NS  berusia 12 tahun dengan seorang tukang pijat bernama, Baharuddin yang sempat viral rupanya dilatar belakangi aksi pencabulan.

Ayah Sappe diketahui telah melakukan aksi pencabulan terhadap korhan NS sejak 2018 lalu.

Karena aksinya ketahuan,  Sappe akhirnya memaksa NS menikah dengan Baharuddin yang merupakan pria berusia 44 tahun asal Kota Makassar.

"Hasil penyelidikan terungkap bahwa Sape telah melakukan pencabulan terhadap korban NS," ungkap,  Kasatreskrim Polres Pinrang, AKP Dharma Nagara menjelaskan.

Aksi bejat, Sappe terungkap setelah NS menceritakan perlakuannya ke ibu kandungnya, Asia.

Untuk menutupi aib, Sappe kemudian menikahkan NS dengan BaharuddinTukang pijat Asal Kota Makassar.

Jodoh hanya tuhan yang tahu. Tak dapat diprediksi, bahkan kedatangannya terkadang diluar prediksi. Seperti itu kira-kira gambaran jodoh, Baharuddin pria yang kini genap berusia 44 tahun.

Bagaimana tidak, Baharuddin yang bekerja sebagai tukang pijat menikahi gadis berusia 12 tahun yang hanya sekali ditemui secara langsung.

Awal pertemuan dengan wanita yang kini resmi jadi istri sahnya bermula saat, Baharuddin bertandang ke Desa Watang Pulu, Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan beberapa waktu lalu.

Tujuan, Baharuddin ke Desa Watang Pulu awalnya untuk menghadiri pesta pernikahan kerabatnya. Sesampai di sana, Baharuddin bertemu dan jatuh hati pada NS.

Setelah bertemu keduanya aktif berhubungan melalui sambungan telepon selular. Baharuddin selanjutnya memberanikan diri melamar pujaan hatinya itu.

Lamaran pertama langsung ditolak mentah-mentah orang tua NS dengan alasan anaknya masih di bawah umur.

"Lamaran kedua juga kami tolak," ungkap,  ayah tiri NS bernama,  Sappe.

Namun, sebagai pria sejati. Baharuddin memberanikan diri melamar ke tiga kalinya yang membuat orang tua NS tak kuasa lagi menolak.

"Kami terima karena anak saya, NS mengancam kabur dari rumah kalau tidak diterima. Jadi apa boleh buat dari pada menimbulkan masalah mending terima saja," tukasnya menjelaskan.

(win/as)


Posting Komentar

0 Komentar

Berita Populer

close